Monday, August 22, 2016

Materi VLSM

Materi VLSM

Cara Cepat Menghitung IP Address Menggunakan VLSM

      VLSM (Variabel Length Subnet Mask) adalah suatu teknik untuk mengurangi jumlah alamat IP yang terbuang. kita dapat memberi suatu subnet ke seseorang, dan dia dapat lebih lanjut membagi lebih lanjut membagi subnet ke dalam beberapa subnets. Oleh karena lebar dari subnet akan diperkecil, maka disebut dengan Variable Subnet Length Mask(VLSM).

      Perhitungan IP Address menggunakan metode VLSM adalah metode yang berbeda dengan memberikan suatu Network Address lebih dari satu subnet mask, jika menggunakan CIDR dimana suatu Network ID hanya memiliki satu subnet mask saja, perbedaan yang mendasar disini juga adalah terletak pada pembagian blok, pembagian blok VLSM bebas dan hanya dilakukan oleh si pemilik Network Address yang telah diberikan kepadanya atau dengan kata lain sebagai IP address local dan IP Address ini tidak dikenal dalam jaringan internet, namun tetap dapat melakukan koneksi kedalam jaringan internet, hal ini terjadi dikarenakan jaringan internet hanya mengenal IP Address berkelas.

Berikut contoh penyeleaian kasusnya :

1.  Ruang Utama 1000 host   
       Disini dibutuhkan 1000 host yang akan terhubung dengan internet ,untuk  mendapat 1000 host atau lebih perhatikan tabel diatas. Karena yang  dibutuhkan1000 maka cari hasil pemangkatan 1000 or  >= 1000 host.  dari tabel diatas yang sesuai dengan kebutuhan host yang dibutuhkan  gunakan 2^10 = 1024  dan subnet mask 255.255.252.0.
Untuk mencari nilai ip range seperti dibawah ini :

255.255.255.255 
255.255.252.    0   _ 
    0.    0.    3.255

Dan untuk mengetahui IP broadcastnya yakni hasil dari pengurangan diatas ditambah dengan ip network

172. 16.  0.    0
    0.   0.  3.255  +
172. 16.  3.255

Network         : 172.16.0.0/22
IP Pertama    : 172.16.0.1
IP Terakhir    : 172.16.3.254
IP Broadcast : 172.16.3.255
Subnet Mask : 255.255.252.0
2. Ruang Kedua 500 host
       Untuk Ruangan Kedua host  yang dibutuhkan or komputer yang bisa  terhubung dengan internet sebayak 500 komputer. Untuk mendapatkan 500  host atau lebih maka kita cari pemangkatan yang menghasilkan Host 500  atau lebih. dari tabel diatas yang menghasilkan 500 host >=500 host 
yang sesuai dengan kebutuhan host yang digunakan 2^9= 512 dan subnet mask 255.255.254.0.
Untuk mencari nilai ip range seperti dibawah ini :
255.255.255.255
255.255.254.    0   _
    0.    0.    1.255
    Dan untuk mengetahui IP broadcastnya yakni hasil dari pengurangan diatas ditambah dengan ip network

172. 16.  4.    0
 
   0.   0.  1.255  +
172. 16.  5.255

Network           : 172. 16. 4. 0/23
IP Pertama     : 172.16. 4.1
IP Terakhir      : 172.16. 5.254
IP Broadcast  : 172.16.5. 255 
          Subnet Mask : 255.255.254.0 

3. Ruang Server 100 Host
       Nah sekarang untuk Ruang ke 3 yang membutuhkan 100 host,  maka konsep
perhitungan kita gunakan konsep kelas C atau bermain pada Oktet ke 4. Untuk mendapatkan 100  host atau lebih maka kita cari pemangkatan yang menghasilkan Host 100  atau lebih. dari tabel diatas yang menghasilkan 100 host >=100 host  yang sesuai dengan kebutuhan host yang digunakan 2^7= 128 dan subnet mask 255.255.255.127
Untuk mencari nilai ip range seperti dibawah ini :
255.255.255.255
255.255.255.128   _
    0.    0.    0.127
    Dan untuk mengetahui IP broadcastnya yakni hasil dari pengurangan diatas ditambah dengan ip network

172. 16.  6.    0
 
   0.   0.  0.127  +
172. 16.  6.127         
Network          : 172.16. 6 . 0/25
IP Pertama       : 172.16. 6 . 1       
IP Terakhir       : 172.16. 6 . 126        
IP Broadcast : 172.16 .6 .127             
Subnet Mask : 255.255.255.128
4.  Ruang Server 2 Host
   
Network          : 172.16. 6. 128/30            
IP Pertama     : 172.16. 6. 129
IP Terakhir     : 172.16.6. 130           
IP Broadcast  : 172.16.6.131           
Subnet Mask : 255.255.255.252
 
Sumber: http://endahsari09.blogspot.co.id/2015/09/materi-vlsm.html Diposkan oleh Alfa Louis Waimuri di 03.33 Label: BLC TELKOM 0 komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Contact statistics Sparkline 346 Total Thread : 325 Total Post : 103 Google Plus Facebook Twitter Share this Post Blog Archive ▼ 2016 (51) ▼ Agustus (20) membuat topologi jaringan menggunakan cisco packet... Materi VLSM IP Addressing dan Subnetting untuk Pengguna Baru Materi Tentang Subnetting Cara Membuat VM (Virtual Machine) di Proxmox Cara Konversi Bilangan Desimal, Biner, Oktal & Hek... Mengenal Macam-Macam Sertifikasi Cisco 100 PERINTAH DASAR LINUX Tutorial Cara mengkonfigurasi setelah mengistall D... Tutorial Mudah Cara Menginstall Debian 8.5 di Prox... Step by Step Installasi ProxMox 3.2 untuk membuat ... Cara Membajak/Hack Login Hotspot Mikrotik & Wifi.i... 4 Cara Menjalankan Aplikasi Windows di Linux Configurasi Dasar Mikrotik ( Dhcp Client ) SETTING RADIO UBIQUITY POINT TO POINT Info 10 Tools Favorit yg Sering Digunakan Para Hac... Daftar Situs Hacker Terkenal 5 hacker TerkenAL kRIMINAL SEPANJANG MASA 10 HACKER TERKENAL DI DUNIA 4 Cara Menjalankan Aplikasi Windows di Linux ► Juli (31) Labels BLC TELKOM Materi Belajar Pripadi Popular Posts Tutorial Mudah Cara Menginstall Debian 8.5 di Proxmox Debian Mikrotik Cisco Foto BLC Another Video Pada kesempatan kali ini saya akan mengepost cara menginstall debian di Proxmox ... Instal Transparan Swar Tema pada Ubuntu / Linux Mint (GTK3 / 2) Instal Transparan Swar Tema pada Ubuntu 12.04 Precise / Ubuntu 11.10 Oneiric / 11.04 Natty / 10.10 Maverick / 10.04 Lucid / Linux Mi... Langkah-Langkah Terbaru Cara Membuat Blog Langkah-Langkah Terbaru Cara Membuat Blog Posted by Langkahe Membuat Blogo Senin, 27 Januari 2014 0 komentar Membuat blog sebe... Tutorial Cara mengkonfigurasi setelah mengistall Debian 8.5 Lengkap (Part 2) 18 Juli 2016 Pada kesempatan kali ini saya akan membahas lebih dalam tentang Cara mengkonfigurasi setelah mengistall debian. posting diba... Cara Install Apache, MySQL, PHP, dan PHP My Admin di Linux Ubuntu Pada postingan kali ini saya akan berbagi cara install apache, mysqli, php, dan phpmyadmin di linux ubuntu. gak usah basa basi, ... Langkah cara membuat atau bikin email di Gmail (mail.google) admin February 25, 2013 Internet 423 Comments 12,500 Views Jika dulu pernah membuat artikel tentang cara membuat email di... Cara Membuat Website Dengan CMS Joomla Eko Purnomo 2/04/2015 Tutorial Website Setelah ocPortal dan Wordpress , kini giliran kita bel... Configurasi Dasar Mikrotik ( Dhcp Client ) Topologi Peralatan : Gambar Topologi ( terserah yang penting simple ) Siapkan Laptop... Hacker|Creative Simple Blog - share about Game, Trick, Software, Hacking ... Merubah Window Linux Mint 10 Menjadi Transparan Halo sobat-sobat Linuxer ane pengen bagi-bagi tips nih buat ngoprek tampilan Linux kita biar lebih mantap. Kali ini ane praktekkin di Lin... Blogger templates Blogroll Beranda Beranda Blog Archive ▼ 2016 (51) ▼ Agustus (20) membuat topologi jaringan menggunakan cisco packet... Materi VLSM IP Addressing dan Subnetting untuk Pengguna Baru Materi Tentang Subnetting Cara Membuat VM (Virtual Machine) di Proxmox Cara Konversi Bilangan Desimal, Biner, Oktal & Hek... Mengenal Macam-Macam Sertifikasi Cisco 100 PERINTAH DASAR LINUX Tutorial Cara mengkonfigurasi setelah mengistall D... Tutorial Mudah Cara Menginstall Debian 8.5 di Prox... Step by Step Installasi ProxMox 3.2 untuk membuat ... Cara Membajak/Hack Login Hotspot Mikrotik & Wifi.i... 4 Cara Menjalankan Aplikasi Windows di Linux Configurasi Dasar Mikrotik ( Dhcp Client ) SETTING RADIO UBIQUITY POINT TO POINT Info 10 Tools Favorit yg Sering Digunakan Para Hac... Daftar Situs Hacker Terkenal 5 hacker TerkenAL kRIMINAL SEPANJANG MASA 10 HACKER TERKENAL DI DUNIA 4 Cara Menjalankan Aplikasi Windows di Linux ► Juli (31) Labels BLC TELKOM Materi Belajar Pripadi Categories BLC TELKOM Materi Belajar Pripadi Blogger templates Blogger news

membuat topologi jaringan menggunakan cisco packet tracer

  membuat topologi jaringan menggunakan cisco packet tracer

 

hay bro hari ini saya akan membagi ilmu dengan kalian tentang bagaimana membuat topologi menggunakan cisco packet tracer.

 
 
 A. Latar Belakang
Cisco Packet Tracer adalah program e-learning buatan Cisco yang akan mensimulasi jaringan komputer yang sebelumnya telah di design dan dikonfigurasi oleh pengguna. Simulasi workstation, server, router dan perangkat jaringan lainnya dibuat sangat mirip dengan aslinya. Sehingga kita bisa belajar jaringan komputer melalui simulasi program ini saja, tidak perlu biaya mahal untuk membeli komputer yang banyak untuk melakukan rekayasa yang kita inginkan. Tentu ini sangat menghemat biaya. Selain itu, dengan Cisco Packet Tracer, kita dapat mempelajari seluk beluk jaringan yang standar, tapi sangat mendalam. Bahkan isi PDU pada sebuah paket pada interval waktu tertentu bisa kita lihat dan pelajari, hal yang susah untuk dilakukan dengan menggunakan perangkat jaringan asli sekalipun.
Pada kesempatan kali ini, saya akan membagi sedikit pengalaman ketika saya menggunakan Cisco Packet Tracer ini. Semua telah saya buat dalam bentuk tutorial dan dibundel dalam satu file PDF untuk dicoba prakteknya. Asumsinya adalah anda telah memiliki perangkat lunak Cisco Packet Tracer-nya dan telah terinstall dengan baik di PC anda. Sasaran pembaca dalam file PDF adalah para pemula yang senang dengan Computer Network (jaringan komputer), tau dasar-dasar operasional Cisco Packet Tracer-nya, tapi masih belum begitu familiar dengan panel-panel pada programnya.
B. Tujuan
1. Membuat Topologi Jaringan
2. Mensimulasikan Topologi Jaringan menggunakan Software Cisco Packet treaser
C. Dasar Teori
Cisco Packet Tracer merupakan program simulasi jaringan yang powerfull dan cara penggunaannya pun cukup mudah. Dengan software Cisco Packet Tracer, anda bisa mendesain dan merancang suatu bentuk jaringan. Bukan hanya sekedar jaringan lokal, tapi bisa mencakup hingga WAN. Dengan adanya software ini, diharapkan para pelajar dapat mendesain suatu topologi jaringan tanpa harus membeli perangkatnya secara langsung yang notabene harganya mahal.
Cisco Packet Tracer adalah program e-learning buatan Cisco yang akan mensimulasi jaringan komputer yang sebelumnya telah di design dan dikonfigurasi oleh pengguna. Simulasi workstation, server, router dan perangkat jaringan lainnya dibuat sangat mirip dengan aslinya. Sehingga kita bisa belajar jaringan komputer melalui simulasi program ini saja, tidak perlu biaya mahal untuk membeli komputer yang banyak untuk melakukan rekayasa yang kita inginkan. Tentu ini sangat menghemat biaya. Selain itu, dengan Cisco Packet Tracer, kita dapat mempelajari seluk beluk jaringan yang standar, tapi sangat mendalam. Bahkan isi PDU pada sebuah paket pada interval waktu tertentu bisa kita lihat dan pelajari, hal yang susah untuk dilakukan dengan menggunakan perangkat jaringan asli sekalipun.
Pada kesempatan kali ini, saya akan membagi sedikit pengalaman ketika saya menggunakan Cisco Packet Tracer ini. Semua telah saya buat dalam bentuk tutorial dan dibundel dalam satu file PDF untuk dicoba prakteknya. Asumsinya adalah anda telah memiliki perangkat lunak Cisco Packet Tracer-nya dan telah terinstall dengan baik di PC anda. Sasaran pembaca dalam file PDF adalah para pemula yang senang dengan Computer Network (jaringan komputer), tau dasar-dasar operasional Cisco Packet Tracer-nya, tapi masih belum begitu familiar dengan panel-panel pada programnya.
D. Membuat Topologi Jaringan Menggunakan Cisco Packet Treaser
Berikut merupakan hasil praktikum terhadap pembuatan Topologi Jaringan Menggunakan Cisco Packet Treaser. Pertama, menghubungkan beberapa  PC terhadap HUB. Pada menu kita pilih sejumlah PC yang telah dilakukan penetapan IP adress. Kemudian kita hubungkan PC terhadap sebuah HUB dengan menggunakan kabel straight.

Kedua, menghubungkan beberapa PC terhadap switch. Pada menu kita pilih sejumlah PC yang telah dilakukan penetapan IP adress. Kemudian kita hubungkan PC terhadap sebuah switch dengan menggunakan kabel straight. Perbedaan antara HUB dan switch terlihat jelas pada simulasi behwa HUB akan mengirimkan data kepada seluruh PC yang terhubung, walaupun sebelumnya data tersebut telah tertuju. Sedangkan penggunaan Switch terlihat lebih melakukan penyaringan, dimana pengiriman data yang tertuju akan terkirim hanya pada PC yang ditarget.Ketiga, beberapa PC dihubungkan dengan Switch berkombinasi dengan HUB secara terintegrasi. Dimana pada menu kita pilih sejumlah PC yang telah dilakukan penetapan IP adress. Kemudian kita hubungkan PC terhadap sebuah switch dengan menggunakan kabel straight dan menghubungkan sejumlah PC terhadap HUB. Perbedaan antara HUB dan switch terlihat jelas pada simulasi behwa HUB akan mengirimkan data kepada seluruh PC yang terhubung, walaupun sebelumnya data tersebut telah tertuju. Sedangkan penggunaan Switch terlihat lebih melakukan penyaringan, dimana pengiriman data yang tertuju akan terkirim hanya pada PC yang ditarget.
 
4. Kombinasi yang kompleks dari kumpulan PC yang terhubung dalam kesatuan LAN terhadap switch. Sebuah PC akan melakukan pengiriman dan penyaringan data yang melalui switch.
 

Sunday, August 21, 2016

Pengenalan Cisco Paket Tracer

 Tema-teman semua postingan saya kali ini adalah tentang Cisco Packet Tracer.,
Semoga ini bermanfaat bagi teman* semua.
1.      Pengertian Cisco  Packet Tracer
 Packet Tracer adalah simulator alat-alat jaringan Cisco yang sering digunakan sebagai media pembelajaran dan pelatihan, dan juga dalam bidang penelitian simulasi jaringan komputer. Program ini dibuat oleh Cisco Systems dan disediakan gratis untuk fakultas, siswa dan alumni yang telah berpartisipasi di Cisco Networking Academy. Tujuan utama  Packet Tracer adalah untuk menyediakan alat bagi siswa dan pengajar agar dapat memahami prinsip jaringan komputer dan juga membangun skill di bidang alat-alat jaringan Cisco. Berikut ini adalah tampilan awal Cisco  Packet Tracer :

Tampilan Awal Cisco Packet Tracer
2.      Fitur  Packet Tracer
Packet Tracer terbaru yaitu versi 6. Dalam versi ini dapat mensimulasikan Application Layer protocols, Routing dasar RIP, OSPF, and EIGRP, sampai tingkat yang dibutuhkan pada kurikulum CCNA yang berlaku, sehingga bila dilihat sekilas software ini bertujuan untuk kelas CCNA. Taget  Packet Tracer yaitu menyediakan simulasi jaringan yang real, namun terdapat beberapa batasan berupa penghilangan beberapa perintah yang digunakan pada alat aslinya yaitu pengurangan command pada Cisco IOS. Dan juga  Packet Tracer tidak bisa digunakan untuk memodelkan jaringan produktif/aktif. Sejak keluarnya versi 5.3, beberapa fitur ditambahkan, termasuk fitur BGP. BGP memang bukan termasuk kurikulum CCNA, akan tetapi termasuk kurikulum CCNP.
3.      Digunakan di pendidikan
Packet Tracer biasanya digunakan siswa Cisco Networking Academy melalui sertifikasi Cisco Certified Network Associate (CCNA). Dikarenakan batasan pada beberapa fiturnya, software ini digunakan hanya sebagai alat bantu belajar, bukan seabagai pengganti Cisco routers dan switches.
Packet Tracer merupakan salah satu aplikasi keluaran Cisco sebagai simulator untuk merangkai dan sekaligus mengkonfigurasi suatu jaringan (network). Sama halnya dengan simulator–simulator jaringan lainnya seperti GNS3, Dynamips,Dynagen maupun simulator lain yang khusus digunakan pada Simulasi jaringan.
Simulator tersebut tidak jauh berbeda dengan  Packet Tracer, akan tetapi kemudahaan pada  Packet Tracer lebih baik dari simulator diatas, hal tersebut nampak dari penempatan perangkat jaringan maupun pada saat konfigurasi perangkat jaringan. Aplikasi ini sangat praktis digunakan untuk mendesain topologi jaringan yang kita inginkan, disertai dengan berbagai perangkat-perangkat jaringan dibutuhkan pada suatu area network misal router, switch, hub maupun perangkat lainnya.
Dengan dukungan dari banyak perangkat tersebut akan memudahkan kita dalam menentukan jenis perangkat jaringan yang akan kita gunakan pada topologi kita inginkan. Aplikasi  Packet Tracer dapat diinstalasikan ke PC maupun laptop dengan spesifikasi rendah sehingga tidak tergantung pada spesifikasi yang baik sekalipun

Pengenalan User Interface
Berikut adalah tampilan dan keterangan jendela Aplikasi  Packet Tracer
3. Jenis Perangkat Spesifik
4. Kategori Perangkat
5. Bar Simulasi / Realtime
6. Tool bar Umum & Drawing
7. Workspace/Area Kerja
8. Logical/Physical Workspace


Halaman Awal pada Cisco Packet Tracer

Keterangan:
1.      Menu Bar
Bagian ini menyediakan File, Pilihan, dan Menu Bantuan. Anda akan temukan perintah dasar seperti membuka, menyimpan, mencetak, dan Pilihan di dalam menu ini. Anda juga bisa mengakses aktifitas wizard dari Menu File.


2.      Tool bar Utama
Bagian ini menyediakan shortcut icon kepada Menu File, mencakup Aktifitas wizard. Pada sisi kanan, Anda akan temukan juga Tombol Informasi Jaringan yang dapat anda gunakan untuk memasukkan suatu keterangan untuk jaringan yang sekarang ada pada Workspace.
3.      Tool bar Umum & Drawing
Bagian ini menyediakan akses ke ini, biasanya menggunakan alat Workspace: Memilih, memindahkan objek pada Workspace, menambah Catatan, Menghapus, Menambahkan PDU Sederhana, dan Menambahkan PDU Kompleks.
4.      Logical / Physical Workspace
Untuk memilih Workspace logical atau Physical.
5.      Workspace / Area Kerja
Area kerja untuk menempatkan berbagai desain jaringan.
6.      Bar Simulasi / Realtime
Untuk melihat simulasi jaringan dan paket dalam jaringan secara realtime.
7.      Kategori Perangkat
Kategori perangkat jaringan yang dapat digunakan untuk mendesain jaringan.
8.      Jenis Perangkat Spesifik
Perangkat spesifik sesuai kategori.

Pengenalan Device & Connections
1.      Device

Jenis-jenis Device pada Cisco Packet Tracer
Pada  Packet Tracer terdapat beberapa kategori perangkat yang dapat kita gunakan. Masing masing perangkat memiliki jenis yang beragam. Berikut kategori perangkat yang ada pada  Packet Tracer :
a.    Routers
Berbagai jenis Router terutama router Cisco.
b.   Switches
Berbagai jenis switch.
c.    Hubs
Berbagai jenis Hub.
d.   Wireless Devicess
Perangkat jaringan wireless.
e.    Connections
Macam-macam tipe konektor (kabel) pada jaringan.
f.    End Devices
Berbagai macam perangkat yang digunakan user.
g.   WAN Emulation
Emulasi untuk Internet Area.
h.   Custom Made Device
Device yang disusun sendiri dari modul-modul yang berbeda.
i.     Multi User Connection
Emulasi untuk penggunaan jaringan pada session multi user, misal remote Connection user.

2.      Connections
Ada beberapa jenis Connections yang bisa dipakai dalam  Packet Tracer, yaitu: Automatic, Console, Straigh-Through, Cross-Over, Fiber, Phone, Coaxial, dll. Jenis-jenis kabel penghubung ditentukan berdasarkan aturan sebagai berikut :
a.    Untuk mengkoneksikan peralatan yang berbeda, gunakan kabel Straight-through :
Router – Switch
Router – Hub
PC – Switch
PC – Hub
b.   Untuk mengkoneksikan peralatan yang sama, gunakan kabel Cross-Over :
Router – Router
Router – PC
Switch – Switch
Switch – Hub

Friday, August 19, 2016

langkah menginstal Debian

teman-teman kali ini saya akan memberikan sedikit pelajaran yang saya dapat tentang Debian 8, berikut ini penjelsannya:

Debian
  Debian adalah sistem operasi komputer yang tersusun dari paket-paket perangkat lunak yang dirilis sebagai perangkat lunak bebas dan terbuka dengan lisensi mayoritas GNU General Public License dan lisensi perangkat lunak bebas lainnya. Debian GNU/Linux memuat perkakas sistem operasi GNU dan kernel Linux merupakan distribusi Linux yang populer dan berpengaruh. Debian didistribusikan dengan akses ke repositori dengan ribuan paket perangkat lunak yang siap untuk instalasi dan digunakan.
Debian terkenal dengan sikap tegas pada filosofi dari Unix dan perangkat lunak bebas. Debian dapat digunakan pada beragam perangkat keras, mulai dari komputer jinjing dan desktop hingga telepon dan server. Debian fokus pada kestabilan dan keamanan. Debian banyak digunakan sebagai basis dari banyak distribusi GNU/Linux lainnya.
Sistem operasi Debian merupakan gabungan dari perangkat lunak yang dikembangkan dengan lisensi GNU, dan utamanya menggunakan kernel Linux, sehingga populer dengan nama Debian GNU/Linux. Sistem operasi Debian yang menggunakan kernel Linux merupakan salah satu distro Linux yang populer dengan kestabilannya. Dengan memperhitungkan distro berbasis Debian, seperti Ubuntu, Xubuntu, Knoppix, Mint, dan sebagainya, maka Debian merupakan distro Linux yang paling banyak digunakan di dunia.
Sejarah Debian
    Debian pertama kali diperkenalkan oleh Ian Murdock, seorang mahasiswa dari Universitas Purdue, Amerika Serikat, pada tanggal 16 Agustus 1993. Nama Debian berasal dari kombinasi nama Ian dengan mantan-kekasihnya Debra Lynn: Deb dan Ian.
Pada awalnya, Ian memulainya dengan memodifikasi distribusi SLS (Softlanding Linux System). Namun, ia tidak puas dengan SLS yang telah dimodifikasi olehnya sehingga ia berpendapat bahwa lebih baik membangun sistem (distribusi Linux) dari nol (Dalam hal ini, Patrick Volkerding juga berusaha memodifikasi SLS. Ia berhasil dan distribusinya dikenal sebagai "Slackware").
Proyek Debian tumbuh lambat pada awalnya dan merilis versi 0.9x pada tahun 1994 dan 1995. Pengalihan arsitektur ke selain i386 dimulai pada tahun 1995. Versi 1.x dimulai tahun 1996.
Pada tahun 1996, Bruce Perens menggantikan Ian Murdoch sebagai Pemimpin Proyek. Dalam tahun yang sama pengembang debian Ean Schuessler, berinisiatif untuk membentuk Debian Social Contract dan Debian Free Software Guidelines, memberikan standar dasar komitmen untuk pengembangan distribusi debian. Dia juga membentuk organisasi "Software in Public Interest" untuk menaungi debian secara legal dan hukum.
Di akhir tahun 2000, proyek debian melakukan perubahan dalam archive dan managemen rilis. Serta pada tahun yang sama para pengembang memulai konferensi dan workshop tahunan "debconf".
Di April 8, 2007, Debian GNU/Linux 4.0 dirilis dengan nama kode "Etch". Rilis versi terbaru Debian, 2009, diberi nama kode "Lenny". deb adalah perpanjangan dari paket perangkat lunak Debian format dan nama yang paling sering digunakan untuk paket-paket binari seperti itu.
Paket debian adalah standar Unix pada arsip yang mencakup dua gzip, tar bzipped atau lzmaed arsip: salah satu yang memegang kendali informasi dan lain yang berisi data. Program kanonik untuk menangani paket-paket tersebut adalah dpkg, paling sering melalui apt/aptitude.
Beberapa paket Debian inti tersedia sebagai udebs ("mikro deb"), dan biasanya hanya digunakan untuk bootstrap instalasi Linux Debian. Meskipun file tersebut menggunakan ekstensi nama file udeb, mereka mematuhi spesifikasi struktur yang sama seperti biasa deb. Namun, tidak seperti rekan-rekan mereka deb, hanya berisi paket-paket udeb fungsional penting file. Secara khusus, file dokumentasi biasanya dihilangkan. udeb paket tidak dapat diinstal pada sistem Debian standar.
Paket debian juga digunakan dalam distribusi berbasis pada Debian, seperti Ubuntu dan lain-lain. Saat ini telah terdapat puluhan distribusi Linux yang berbasis kepada debian, salah satu yang paling menonjol dan menjadi fenomena adalah Ubuntu
Langkah Install Debian
1. Pertama kali siapkan terlebih dahulu ISO Debian yang akan digunakan untuk menginstall debian.
2. Pada tampilan awal menginstall adalah seperti ini:
3. Klik Install kemudian akan muncul tampilan untuk memilih bahasa yang akan digunakan nantinya disini saya memilih bahasa Inggris:
4. Setelah itu akan muncul tampilan untuk memilih negara tempat anda tinggal karena disini saya tinggal diIndonesia jadi saya akan memilih Indonesia karena tidak ada indonesia pilihlah other kemudian Asia dan Indonesia:



5. Selanjutnya kita pilih "United States" untuk memilih lokasi bahasa yang akan digunakan:

6. Kemudian pilih jenis keyboard yang akan digunakan disini saya memilih jenis keyboard yang standard.
7. Tunggu hingga prosesnya selesai dan akan mncul tampilan seperti ini, tekan saja enter:
8. Selanjutnya pilih "configure network manualy" untuk mengkonfigurasi network secara manual.
9. Isikan alamat IP untuk server anda kemudian continue:
10. Selanjutnya akan muncul alamat IP gateway:
11. Kemudian IP Address server:

12. Setelah itu kita disuruh mengisi Host Name:
13. Kemudian disuruh mengisi Domain Name:
14. Selanjutnya kita diminta untuk mengisikan password untuk root dan isikan ulang password rootnya:

15. Setelah mengisi password selanjutnya akan muncul tampilan untuk mengisi Full name for the new user dan username for you account.

16. Selanjutnya akan diminta password untuk User:




17. Tunggu hingga prosesnya selesai dan akan muncul tampilan untuk memilih lokasi waktu anda:


18.Kemudian akan mucul tampilan untuk pembagian partisi, disini saya akan memilih untuk debian membagi partisinya secara otomatis yaitu "Guided - use entire disk".
19. Selanjutnyatekan enter saja:

20. Kemudianpilih "all files in one partition".

21. Setelah itu tekan enter pada finish partition untuk menelesaikan pembagian partisi.
22. Nanti akan diminta untuk menyetujui pembagian partisi disini pilih yes agar partinya tersimpan.
23. Tunggu prosesnya hingga selesai dan muncul tampilan untuk CD/DVD disini pilih no saja jika anda tidak membutuhkan CD/DVD lain:
24. Pilih NO lagi di mirror karena kita tidak membuat repositori
      pada saat penginstallan Debian , apa bila pilih yes kita akan membuat
      repositori di saat penginstallan Debian.
      tapi lebih baik membuat reporsitori pada saat konfigurasi Debian.
25. Setelah itu pilih No lagi untuk configurasi package.
26. Tunggu hingga prosesnya muncul tampilan untuk memilih aplikasi yang akan diinstall pada debian, disini saya memilih SSH Server dan Standart System.
27.Selanjutnya akan muncul tampilan untuk menginstall GRUB Loader disitu pilih saja yes untuk menginstall GRUB pada Debian:
28. Setelah itu kita akan diminta memilih hardisk untuk tempat GRUB yang akan dipasang:

29. Kemudian akan muncul tampilan untuk menyelesaikan penginstalan disitu pilih saja continue agar proses instalasi selesai.
Mungkin itu saja yang dapat saya berikan pada hari ini apabila ada banyak kurangnya mohon dimaafkan.

Thursday, August 18, 2016

Tuturial Cara Konigurasi DNS Server diLinux Debian



. Apa itu DNS Server dan bagaimana cara membuatnya ? saya akan jelaskan secara singkat pengertian dns server dan cara kerjanya beserta cara konfigurasinya sampai pengujian di bawah ini dan selain itu disini.



Pengertian DNS Server

DNS atau Domain Name Service adalah sebuah sistem yang dikembangkan untuk mengelola penamaan suatu komputer, layanan ataupun sumber daya di jaringan yang disusun secara hirarki dan terdistribus.

DNS berfungsi untuk menerjemahkan nama-nama host (hostname) menjadi nomor IP (IP address) ataupun sebaliknya, sehingga nama tersebut mudah diingat oleh pengguna internet. DNS Server juga membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail.

Cara Membuat / Konfigurasi DNS Server di Linux Debian

Sebelum membuat atau konfigurasi dns server di linux debian, alangkah baiknya anda sudah menginstal linux berbasis text dan sudah bisa menjalankan atau mengoperasikan sistem operasi tersebut. Setelah itu mari kita simak tutorialnya berikut ini.

A. Instal OS Linux Debian [berbasis text]
B. Konfigurasi jaringan
Sebelum konfigurasi cek dulu apakah network di linux anda sudah di setting atau belum, jika belum perintah untuk mengeceknya adalah ketik ifconfig lalu enter. jika belum di setting, lakukan hal berikut. 
- Edit network interfaces dengan cara ketik perintah : nano /etc/network/interfaces
- Hapus dhcp diganti dengan static
- Lalu ketik perintah seperti gambar berikut

Cara Konfigurasi Jaringan di Linux Debian

- Jika sudah save dengan cara : CTRL+X > Save > Enter
- Setelah itu restart network / os anda, ketik perintah : /etc/init.d/networking/restart atau reboot
- Cek apakah sudah terkonfigurasi dengan benar atau belum dengan cara, ketik : ifconfig

Cara Konfigurasi Jaringan di Linux Debian

C. Instal Bind9
Bind9 merupakan salah satu aplikasi yang digunakan untuk membuat DNS Server, cara menginstallnya seperti berikut.
- Masukan CD / File ISO terlebih dahulu. [Device > CD/Drive > Cari file ISO nya]
- Ketik perintah : apt-get install bind9

Cara Membuat DNS Server di Linux Debian

- Pilih Y
- Lakukan restart bind9 anda atau os linux anda, caranya seperti tadi : reboot

Cara Membuat DNS Server di Linux Debian


D. Konfigurasi DNS Server
Sebelum konfigurasi alangkah baiknya anda terlebih dahulu file atau folder apa saja yang akan di konfigurasi, file yang akan dikonfigurasi :
  • named.conf.local
  • db.veri [db.local]
  • db.tkjb [db.local]
  • db.192
  • named.conf.options
  • resolv.conf
Setelah anda mengatahui file yang akan di konfigurasi, mari kita lakukan konfigurasi / cara membuat dns server. Caranya sebagai berikut :

1. Masuk ke folder bind terlebih dahulu : cd /etc/bind

Cara Membuat Konfigurasi DNS Server di Linux Debian

2. Edit file named.conf.local : nano named.conf.local  lalu isikan perintah seperti pada gambar dibawah ini. Jika sudah save Ctrl+X > Y > Enter

Cara Membuat Konfigurasi DNS Server di Linux Debian

3. Copy db.local ke db.veri dan db.xitkjb serta db.127 ke db.192, dengan perintah

Cara Membuat Konfigurasi DNS Server di Linux Debian

4. Edit file db.veri ketik : nano db.veri 
Ganti localhost dengan nama domain anda, contoh : Ctrl+W > Ctrl+R > tulis : localhost > Enter > nama domain > Enter > A
Isi dan ubah filenya seperti di gambar berikut :

Cara Membuat Konfigurasi DNS Server di Linux Debian

5. Edit file db.xitkjb ketik : nano db.xitkjb
Ganti localhost dengan nama domain anda, contoh : Ctrl+W > Ctrl+R > tulis : localhost > Enter > nama domain > Enter > A
Isi dan ubah filenya seperti di gambar berikut :

Cara Membuat Konfigurasi DNS Server di Linux Debian

6. Edit file db.192 : nano db.192
Ganti localhost dengan nama domain anda, contoh : Ctrl+W > Ctrl+R > tulis : localhost > Enter > nama domain > Enter > A
Isi dan ubah filenya seperti di gambar berikut :

Cara Membuat Konfigurasi DNS Server di Linux Debian

7. Edit file named.conf.options ketik : nano named.conf.options
Hapus slash //, dan 0.0.0.0 ganti menjadi IP Address anda, misal : 192.168.1.32 Setelah itu Save

Cara Membuat Konfigurasi DNS Server di Linux Debian

8. Edit file resolv.conf ketik : nano /etc/resolv.conf
Ubah dan tambahkan isi file tersebut seperti dibawah ini.

Cara Membuat Konfigurasi DNS Server di Linux Debian

9. Restart Bind9 anda, ketik : /etc/init.d/bind9 restart
Cara Membuat Konfigurasi DNS Server di Linux Debian

10. Pengujian DNS Server anda menggunakan perintah nslookup [nama domain]

Cara Membuat Konfigurasi DNS Server di Linux Debian

**Catatan :
  1. Anda bisa membuat 1 domain untuk dns saja, di tutorial ini saya membuatnya 2 domain. Cara membuatnya sama saja.
  2. File nama db.veri / db.xitkjb bisa anda ubah menjadi db.[nama_file] sesuka anda.
  3. Anda bisa menambahkan mail pada file db.veri, db.xitkjb, dan db.192.
  4. Jika saat anda merestart konfigurasi jaringan dan bind9 terjadi failed !!, coba cek kembali konfigurasinya.
  5. Pengujian bisa dilakukan dengan cara lain, seperti ping [ip domain] atau lainnya.